Kelapa Sawit Rakus Air?

Katanya kelapa sawit itu rakus air? 

Pertanyaan di atas sering kali muncul. Bahkan beberapa pihak menggunakan pernyataan tersebut guna menyalahkan kelapa sawit sebagai biang keladi kerusakan lingkungan (kekeringan). Memang dibandingkan tanaman perkebunan lain, kelapa sawit memerlukan pasokan air yang lebih besar yaitu sekitar 4,10 – 4,65 mm/hari. Namun kebutuhan air tersebut sebenarnya hampir sama dengan kebutuhan air tanaman pangan seperti padi, jagung, dan kedelai (Hidayat et al., 2013).

Hasil penelitian pada tanaman kelapa sawit berumur 15 tahun di Riau, menunjukkan bahwa fluktuasi muka air tanah di perkebunan kelapa sawit dipengaruhi oleh curah hujan dan kondisi muka air tanahnya cenderung terjaga. Penurunan muka air tanah justru terjadi pada areal pemukiman penduduk, serta areal terbuka dengan vegetasi yang kurang. Tanaman kelapa sawit memiliki tajuk yang memiliki kemampuan menahan air hujan (intersepsi) yang sama dengan tanaman hutan. Sementara itu, kemampuan tajuk kelapa sawit dewasa dalam menahan air jauh lebih tinggi dibandingkan ekosistem tanaman pangan (Fauzi, 2013).

Tabel Kebutuhan Air pada Beberapa Tanaman

Tanaman Kebutuhan Air
mm/hari mm/bulan mm/tahun
Kelapa sawit 4,10-4,65 123-139,5 1476-1674
Kakao 2,22-3,33 66,6-99,9 800-1200
Kopi 2,22-3,33 66,6-99,9 800-1200
Deciduous trees 1,94-2,91 58,2-87,3 700-1050
Tebu 2,77-4,16 83,1-124,8 1000-1500
Alfalfa 1,66-4,16 49,8-124,8 600-1500
Alpukat 1,80-2,77 54-83,1 650-1000
Pisang 1,94-4,72 58,2-141,6 700-1700
Padi 4,16-7,91 124-237,3 1500-2850*
Jagung 3,33-6,25 99,9-188,7 1200-2250*
Kedelai 3,75-6,87 112,5-206,1 1350-2475*

Sumber : diolah dari Doonrebos and Pruitt (1977)

Keterangan : *) dalam tiga musim tanam

Jadi pada dasarnya, sawit rakus air dan menyebabkan kekeringan itu tidak sepenuhnya benar. Dengan teknik manajemen kebun serta teknik konservasi tanah dan air yang tepat, seharusnya perkebunan kelapa sawit bukanlah “penyedot air” tetapi akan menjadi “penabung air”.

Masih menganggap kelapa sawit rakus air ?

Bahan bacaan :

Doonrebos J and W.O. Pruitt. 1977. Guidelines for predicting crop water requirements. FAO Irrigation and Drainage Paper. Food and Agriculture Organization of United Nation, Rome.

Fauzi W.R. 2013. Kelapa Sawit “Rakus Air”?. Sawit Media Edisi 7|September 2013.

Hidayat T.C., I.Y. Harahap, Y. Pangaribuan, S. Rahutomo, W.A. Harsanto, dan W.R. Fauzi. 2013. Air dan Kelapa Sawit. Seri kelapa Sawit Populer 12. Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS).

2 pemikiran pada “Kelapa Sawit Rakus Air?

  1. Perbandingan antara sawit dengan padi jagung kedelai sepertinya kurang tepat. Kenapa? Karena sawit tanaman keras yg umurnya bs sampai belasan tahun 10-15 tahun secara terus menerus. Sementara padi dkk tanaman yg umurnya paling lama 2x/ tahun lalu ditanamkan bibitkan ulang. Tentu saja air yg dibutuhkan tdk sesuai dg rakusnya menyerap air. Demikian.

    Suka

    • Itu sudah mempertimbangkan masa tanam padi, jagung maupun kedelai dalam satu tahun. Bisa dijelaskan lagi kurang tepatnya dibagian mana tidak ya? Sekalian kalau ada data empiris penggunaan air pada pajale tersebut…

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s