Monitoring Iklim di Indonesia hingga Mei 2026

📢Hai sobat agroklimat!🌤️ Kalian penasaran ngga sih bagaimana kabar iklim hingga Bulan Mei 2026 ini? Pada Kabar Iklim kali ini akan dijelaskan dengan lebih detail bagaimana hasil monitoring iklim hingga awal Bulan Mei 2026, meliputi kondisi variabilitas iklim ENSO dan IOD dari Bureau of Meteorology (BOM) Australia, analisis perubahan tren suhu, analisis curah hujan total dan sifatnya baik dalam periode dasarian, bulanan, hingga proyeksi awal dan puncak musim kemarau serta jumlah hari tanpa hujan dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

Bersamaan dengan itu, variabilitas iklim Indian Ocean Dipole (IOD) masih berada di fase Normalnya, yaitu dalam rentang -0,4 hingga +0,4. Namun, beberapa memprediksikan indeks IOD cenderung berada di fase positifnya mulai semester II tahun 2026. Kombinasi terjadinya El-Niño  dan IOD positif umumnya memberikan dampak signifikan terhadap wilayah Indonesia, terutama perubahan curah hujan dan potensi kekeringan di beberapa wilayah.

Seperti yang Sobat Agroklimat tahu, bahwa musim kemarau di Indonesia umumnya berlangsung sekitar 4-6 bulan yaitu pada April-September. Namun berdasarkan laporan yang dikeluarkan BMKG, musim kemarau 2026 diprediksi masuk lebih awal, sifatnya lebih kering dengan durasi yang lebih lama dari kondisi normalnya. Mayoritas wilayah Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi mengalami musim kemarau lebih cepat 1-3 dasarian, beberapa wilayah di Sumatera dan Jawa juga masih memasuki musim kemarau sama dengan normalnya hingga 1 dasarian lebih cepat. Musim kemarau 2026 juga diperkirakan mengalami puncaknya pada Bulan Juni-Agustus 2026 dengan rata-rata durasi 7-21 dasarian. Di Pulau Jawa sendiri, durasi musim kemarau lebih panjang dari wilayah lainnya, yaitu 19-24 dasarian.

Pada Bulan Februari 2026, curah hujan di Indonesia masih terpantau normal hingga berada di atas normal (tinggi). Namun, memasuki Bulan Maret 2026, beberapa wilayah terpantau memasuki musim kemarau terutama di Sumatera bagian Utara dan Sulawesi yang curah hujannya tercatat rendah (50-100 mm/bulan), wilayah ini termasuk berada di bawah kondisi normalnya. Lalu, prediksi jumlah curah hujan semakin menurun selama periode Bulan Mei 2026. Penurunan curah hujan terpantau paling jelas mulai dari wilayah selatan Indonesia meliputi sebagian Pulau Jawa (Jawa Tengah – Jawa Timur) hingga Kepulauan Nusa Tenggara, kemudian diikuti oleh meluasnya penurunan curah hujan dari bagian Selatan Sumatera hingga ke Papua. Sifat hujan selama bulan Mei juga menunjukkan pola pergeseran menuju kemarau yang semakin luas namun masih berada di rentang normalnya dengan jumlah hari tanpa hujan sangat pendek berkisar 1-5 hari hingga akhir Bulan April 2026.

Sebagai tambahan informasi nih sobat agroklimat, tren curah hujan selama 44 tahun terakhir menunjukkan bahwa sebagian besar wilayah Indonesia mengalami peningkatan curah hujan. Namun sebagian wilayah seperti Sumatera Selatan, Kalimantan Tengah, Jawa Barat, dan Jawa Tengah mengalami tren penurunan curah hujan.

Nah, berbeda dengan curah hujan yang cenderung bervariasi, suhu udara di tahun 2025 tergolong lebih tinggi 0,5-1,0 ℃ dari suhu udara normalnya selama periode 30 tahun terakhir. Tren perubahan suhu pada Bulan Maret 2026 lebih tinggi disbanding bulan Februari atau lebih panas dari kondisi biasanya. Ini memperkuat adanya sinyal transisi menuju fase El-Niño

Berdasarkan laporan monitoring iklim di atas, dapat diketahui bahwa sebagian besar wilayah Indonesia saat ini sedang memasuki musim kemarau. Musim kemarau tahun 2026 diprediksi akan berlangsung lebih lama, lebih kering, dan masuk lebih awal dari normalnya dimulai dari bagian Selatan Indonesia yaitu sebagian Pulau Jawa hingga meluas ke Sumatera hingga Papua. Kejadian ini juga dipicu oleh masuknya fase El-Niño  di Indonesia yang bersamaan dengan terjadinya IOD positif. Informasi ini mengisyaratkan berbagai sektor khususnya pertanian, Perkebunan, dan pengelolaan sumber daya air lebih segera menyiapkan strategi mitigasi kekeringan sedini mungkin.

Semoga informasi ini juga bermanfaat bagi Sobat Agroklimat semua dalam menghadapi musim kemarau lebih awal ya!🌍

Informasi dan detail lengkap dapat dilihat di bawah ini. Sampai jumpa di Kabar Iklim berikutnya!🌤️🙌🏻

2 pemikiran pada “Monitoring Iklim di Indonesia hingga Mei 2026

Tinggalkan Balasan ke Afif Batalkan balasan